Rabu, 01 Juni 2016

Besarnya Pengaruh Persepsi Terhadap Pandangan Seseorang


Taukah anda, apa yang anda baca di sini, dan bayangan yang muncul di kepala anda tidaklah sama dengan apa yang orang pikirkan. Pandangan seseorang terhadap sesuatu sangat di pengaruhi oleh “program masalalunya” yang menimbulkan sensasi tertentu dalam pengalaman tertentu.

Contoh, seseorang melihat bentuk jeruk, mecium wangi jeruk, merasakan tekstur jeruk, mencap (merasakan dengan lidah) rasa jeruk dan pengalaman inilah yang menimbulkan persepsi terhadap buah jeruk. Dengan pengalaman di atas, kita dapat mengetahui jeruk itu apa, seperti apa, dan bagaimananya.

Program masalalu membentuk persepsi seseorang dan pandangan seseorang terhadap sesuatu hal yang pada akhirnya menimbulkan tidakan dan hasil.

Program masalalu yang berbentuk peristiwa

Program masa lalu dapat tebentuk oleh peristiwa atau pengalaman masa lalu berupa pengalaman baik maupun buruk. Pengaruh program masa lalu akan melekat pada diri seseorang sampai ia mati atau ia merubahnya sendiri secara sadar dan sukarela.

Contoh, seorang anak di suruh menyanyi di depan kelas, karena ada masalah dalam menyaninya, ia bernyanyi dengan buruk, reaksi orang sekitarnya menertawakannya, mengejek dan mencacinya demikian pula dengan sang guru yang menyuruhnya untuk maju ke depan kelas juga mengejeknya. Secara tidak sadar, si anak telah terprogram dalam pikirannya “saya tidak berbakat dalam bernyanyi” atau “saya tidak akan pernah mau bernyanyi lagi” atau “Aku benci bernyanyi,”. Sebaliknya, Jika seorang anak mampu menunjukan performa yang baik saat bernyanyi di depan kelas, sehingga mendapat pujuan dari orang lain, otak si anak akan terprogram bahwa ia berbakat dalam bernyanyi, ia senang bernyanyi, bahkan mulai bercita cita menjadi seorang penyanyi.

Kita saat ini adalah hasil dari pengalaman dan peristiwa di masa lalu. Coba perhatiakn anak yang pertama maju di atas. Karena ia pernah mendapatkan pengalaman buruk saat bernyanyi, mungkin ia tidak akan mau bernyanyi lagi atau tidak berani untuk maju di depan orang banyak.

Demikian juga dengan kita. Ketakutan kita saat ini adalah hasil dari pengalaman masalalu kita. Coba ingat kembali peristiwa apa yang mempengaruhi anda untuk menjauhi kondis tertentu. Jika ketakutan anda tidak mempunyai landasan pengalaman buruk, mungkin anda telah lupa dengan pengalaman buruk itu tetapi program ketakutan tersebut tersimpan di dalam otak anda.
Demikian pula dengan kebranian. Jika anda mempunyai penglaman melakukan sesuatu hal, karena anda melakukan hal itu anda mendapatkan sesuatu yang anda sukai, anda cenderung untuk melakkannya lagi karena anda teah terprogram untuk melakukan hal itu berdasarkan pengalaman yang menyenangkan.

pengalaman yang kita dapatkan memiliki persepsi berbeda tergantung dari perspektif yang kita lihat. perhatikan contoh di bawah.

Contoh 1
Seorang wanita di perkosa oleh 5 orang pria.
Setelah kejadian itu, sang wanita merasa dirinya tidak berguna lagi, ia telah kehilangan kehormatannya sebagai wanita, ia merasa tidak akan ada orang lagi yang mau menerimaya, ia merasa telah melecehkan keluarganya, dirinya merasa sangat rendah serendah rendahnya.
Apa yang akan di lakukannya? Jawabannya Ia akan Bunuh diri!

Contoh 2
Seorang wanita di perkosa oleh 5 orang pria,
Setelah kejadian itu, ia jadi berfikir “Bagaimana agar orang lain tidak mengalami hal yang saya alami?”. Dari kejadian itu ia berinisiatif untuk mendirikan sekolah bela diri bagi wanita. Sehingga  orang lain tidak mengalami pengalaman buruk yang ia telah alami sebelumnya.

Coba di perhatikan contoh di atas. Kita dapat berkesimpulan bahwa “Peristiwa yang sama dapat menghasilkan reaksi yang berbeda.”

Jika anda mengalami suatu yang mungkin buruk bagi anda, segeralah berkesimpulan baik atau berfikir positif terhadap kejadian tersebut maka anda akan mendapatkan hal hal yang positif pula.

"Ingat, suatu kejadian tidak ada artinya sampai kita memberi arti."