Saya merasa punya ingatan sangat jelas mengenai apa saya yang terjadi saat aku masih bayi, beberapa dituturkan oleh orang lain lalu saya menyadurkannya disini. Berikut adalah beberapa kisahku.
Tersiram Air Panas Hingga Cacat
Diceritakan ibu. Diusiaku yang 7 bulan, ibuku sedang membuatkan susu untuku. Saat itu ia sambil menjaga warung. Aku yang masih bayi bergerak-gerak hingga menyenggol air panas yang digunakan untuk membuat susu. Air panas itu mengguyur tubuhku.
Ibuku panik lalu segera membawaku ke rumah. Lalu kemudian membawaku ke rumah sakit. Suster yang menanganiku memulainya dengan melakukan infus. Ia sibuk mencari urat nadiku cukup lama. Katanya, ia tidak melakukan pertolongan pertama sebagaimana semestinya.
Penanganannya kelihatan cukup brutal. Ia melumurkan obat oles ke tubuhku lalu saat ia menggantinya, ia membukanya kemudian seketika kulitku ikut terkelupas dan terangkat bersama dengan perbannya. Aku berteriak menangis kesakitan.
Karena dirasa tidak sanggup dengan penanganan seperti itu, keluargaku membawa pulang ke rumah kemudian memutuskan untuk merawatnya sendiri.
Keluargaku membawanya ke bidan lalu bidan mengoleskan dengan menggunakan madu. Madu terasa sejuk dan aku tak lagi menangis.
Selama perawatan di rumah, perban yang terpasang tidak diganti-ganti. Obat diteteskan dari luar. Hal ini menyebabkan kulitku di jari tengah, manis, dan kelingkingku menyatu sebagian hingga kini.